Turing Perdana Scrambler Ducati Indonesia

GATRA - Monday, 09 October 2017 13:54
Para member Scrambler Ducati Indonesia melakukan turing perdananya menuju Pengalengan, Jawa Barat. 15 riders pemilik Scrambler Ducati turut ambil bagian dalam turing resmi tersebut. (GATRA/Dok. Garansindo)

Jakarta, gatra.com - Para pemilik Scrambler Ducati melakukan turing perdananya menuju Situ Cileunca, Pengalengan, Jawa Barat, 30 September - 1 Oktober lalu. Perjalanan sejauh ratusan kilometer ini diikuti 15 rider menggunakan Scrambler Ducati berbagai tipe, termasuk dua Triumph dan 1 Multistrada Enduro.



Tidak ada momen khusus dalam debut turing para pemilik Scrambler Ducati tersebut. Teleng Antriksa Soeharto, Community and DRE Senior Instructor Ducati Indonesia menuturkan inti dari kegiatan ini adalah dalam rangka mempererat silaturahmi dan persaudaraan antara sesama pengguna moge tersebut.

"Kami sebagai agen pemegang merek Scrambler Ducati di Indonesia hanya memfasilitasi acara tersebut, mulai dari awal perencanaan sampai akhir. Kami berharap agenda awal ini dapat memotivasi Scrambler Ducati lain untuk dapat bergabung," terang Teleng saat dihubungi via pesan elektronik, Senin (9/10).

Selain itu, lanjutnya, turing yang dijadikan agenda resmi Scrambler Riders Indonesia ini juga menjadi ajang eksplorasi keindahan Indonesia menggunakan tunggangannya, sekaligus memberikan pengalaman bermotor untuk rider baru.

Dengan rute Jakarta – Bogor – Puncak – Padalarang – Batujajar – Soreang – Banjaran – Pengalengan/Situ Cileunca sejauh 170 km, rombongan pun terbagi dalam dua titik keberangkatan, yaitu dari Jakarta dan Bogor.

Teleng dan rombongan menikmati perjalanan.

Tepat pukul 04.45 WIB, rombongan Jakarta mulai dilepas menuju titik kumpul kedua di Bogor, untuk bergabung dengan rombongan kedua yang berkumpul sebanyak 14 orang sambil menunggu 1 orang peserta yang masih tertinggal karena kesiangan.

Selanjutnya, seluruh peserta mulai menyusuri rute yang direncanakan menuju lokasi. Di perjalanan sudah diramaikan dengan rombongan motor motor besar yang menuju Bandung karena bertepatan dengan 2 event besar yaitu International Bandung Bike Week 2017 dan Anniversary Bikers Brotherhood MC.

Refuelling pertama dilakukan di daerah Cipatat, Padalarang. Teleng yang didaulat sebagai Road Captain (RC) mengajak rombongan untuk refreshment melepas lelah. Ratusan biker moge juga menjadikan tempat itu sebagai tempat istirahat sebelum menuju Bandung.

Setelah beristirahat lebih kurang 45 menit, perjalanan diteruskan menuju Pengalengan. Trek antara Soreang – Pengalengan diwarnai dengan tikungan-tikungan, dan satu-persatu peserta mulai menikmati 'asyiknya' menunggangi Scrambler Ducati pada spot tersebut.

"Perjalanan ini terbilang kami lakoni dengan santai tanpa adanya pengawalan dari pihak Kepolisian. Santainya ritme kecepatan dikarenakan beberapa peserta baru melakukan perjalanan pertama kali. Yah, rata-rata speed 60-80 km/jam lah," jelas Teleng lebih lanjut.

Di penginapan Situ Cileunca. (Dok. Garansindo)

Pukul 12.45 WIB, rombongan akhir tiba di Pengalengan dan disambut oleh Kang Ucu dari Gravity Adventure yang letaknya persis di tepian Situ Cileunca. Makan siang khas sunda langsung dilahap 'tuntas' oleh seluruh peserta.

Rencana untuk singgah ke Pantai Rancabuaya harus gagal, setelah rombongan terhambat oleh hujan deras dan kabut tebal di sepanjang trek menuju pantai. Wisma Malabar yang berada di tengah-tengah perkebunan teh pada ketinggian 1.550 mdpl, menjadi tempat beristirahat.

Keesokan harinya, Minggu (1/10), rombongan mulai bersiap kembali ke Jakarta dan Bogor. Formasi pun tidak berubah dengan RC tetap dibawah kendali Teleng. Sesampainya di Cianjur diputuskan untuk istirahat sekaligus makan siang, setelah itu rombongan mulai terpisah dengan rute melalui Jonggol dan Puncak.

Lagi-lagi, hujan deres menemani rombongan menuju ke kediamannya masing-masing. Bahkan kondisi macet pun dialami rombongan Puncak mulai dari Cipanas hingga masuk daerah Ciawi. Rombongan berhenti sejenak di Ciawi selain untuk melepas lelah juga ada sedikit insiden kecil tepat di depan RSUD Ciawi.

"Mimpinya sih para pemilik dan Scrambler Ducati Riders dapat berkumpul dalam satu wadah, sehingga selalu terjalin komunikasi antar anggotanya," tutup Teleng.


Editor: Toha

Last modified on Monday, 09 October 2017 14:45