'Shell Campus Week', Boyong Ide dan Solusi Energi Masa Depan

GATRA - Friday, 13 October 2017 08:45
Darwin Silalahi menyimak keunggulan dari teknologi yang disematkan pada CoP. (GATRA/Dok. Shell)

Bandung, gatra.com – Festival 'Shell Campus Week' yang digelar PT Shell Indonesia di Institut Teknologi Bandung (ITB) usai terlaksana dengan sukses. Selama dua hari, 10-11 Oktober lalu, pengunjung melihat langsung berbagai ide dan solusi cemerlang guna menjawab beragam tantangan energi masa depan.



Adapun tujuan dari festival tersebut yaitu meningkatkan kesadaran para pengunjung tentang beragam tantangan dan peluang energi demi perkembangan energi masa depan di Indonesia.

"Kami berharap forum-forum seperti ini bisa diadakan di berbagai perguruan tinggi lain untuk menginspirasi generasi muda Indonesia dalam berpartisipasi dan membantu mewujudkan masa depan,” ujar President Director & Country Chairman Shell Indonesia, Darwin Silalahi, dalam keterangan resminya, Rabu (11) lalu.

Selama dua hari berlangsungnya festival, diisi dengan berbagai diskusi, dengan beberapa nara sumber dan topik diskusi yang berbeda-beda. Diantaranya Wahyu Indrawanto, Retail Director, tentang bisnis bahan bakar Shell di Indonesia dan Mae Ascan, Senior Fuel Scientist, Shell Global Solutions dengan topik teknologi bahan bakar Shell.

Sementara Rozainbahri Noor, Human Resources Director dan Andri Pratiwa, Vice President Sales B2B membahas tentang bagaimana nilai-nilai yang dianut oleh perusahaan menjadi pondasi bagi perusahaan tersebut.

Nilai-nilai ini dipergunakan dalam mengembangkan dan meningkatkan kemampuan karyawannya melalui berbagai kesempatan dan tantangan yang dijalani dalam kehidupan profesional sehari-hari.
 
Tidak hanya itu, dalam festival ini juga ditampilkan Container of Possibilities (CoP), sebuah kontainer berukuran 20 kaki yang telah diubah menjadi unit layak huni. CoP ini telah dilengkapi dengan berbagai inovasi teknologi hemat energi. Meliputi :

- Ekonomi Energi Baru (A New Energy Economy), yaitu jendela bertenaga surya yang dapat menghasilkan energi untuk rumah. Teknologi ini, kelebihan energi dapat disimpan untuk penggunaan di masa depan. 
- Peringatan Energi (Energy Alert), yaitu sebuah teknologi yang dapat memberikan peringatan tentang adanya kemungkinan pemborosan energi dan efisiensi pengoperasian peralatan listrik di dalam rumah.
- Pencahayaan Cerdas (Smart Lighting), yaitu sistem pencahayaan cerdas nirkabel dengan Hue melalui penggunaan lampu LED hemat energi yang mampu memberikan nuansa pencahayaan putih dan berwarna.
- Tenaga Langkah Kaki (Powered by Footsteps), yaitu pemanfaatan ubin Pavegen untuk menangkap energi kinetik dari langkah kaki dan mengubahnya menjadi listrik. Hasilnya adalah energi yang bersih dan terbarukan.
- Berbagai inovasi teknologi futuristik tersebut menunjukkan bagaimana energi dapat dihasilkan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari di masa depan.

Merakit Mini Salt Water. (Dok. Shell)

Selain itu, turut pula diperlihatkan kepada pengunjung seluruh mobil hemat energi karya tim-tim mahasiswa ITB yang telah berkompetisi di Shell Eco-marathon Asia sejak 2010. Dipilihnya ITB sebagai tempat festival dan kuliah umum, karena salah satu wujudnya adalah membangun mobil hemat energi di SEM Asia.

Pada ajang SEM Asia pertama tahun 2010, Tim Exia dari ITB yang mengusung mobil berbahan baku Etanol berhasil meraih Juara I penghargaan “People Choice Award” dengan raihan lebih dari 65.000 suara.

Tim mahasiswa ITB juga merupakan pionir tim mahasiswa asal Indonesia yang mengaplikasikan baterai elektrik sebagai sumber energi alternatif pada SEM Asia 2012. Tim Cikal Cakrawala, ITB berhasil meraih Juara 2 – “UrbanConcept Battery Electric Award” di tahun tersebut.

Saat itu, mobil baterai litium yang dibangun oleh tim berhasil menempuh jarak 74,9 km per kWh. Keberanian tim mencoba energi alternatif ini diikuti oleh tim Rakata dan tim Cikal Etanol dari ITB yang menggunakan bahan bakar etanol pada ajang SEM selama beberapa tahun berikutnya.

Tak kalah menarik adalah miniatur Saltwater Car. Para pengunjung pun ditantang untuk merakit mobil yang dilengkapi dengan fuel cell (sel bahan bakar) dan mencobanya di sebuah trek balap mini yang telah disiapkan.

Fuel cell pada miniatur ini mengandung pelat kecil magnesium, yang ketika terjadi kontak dengan air garam, membuat sebuah reaksi kimia yang menghasilkan tenaga listrik dan dapat mendorong jalannya mobil miniatur tersebut.

Sel bahan bakar hidrogen (hydrogen fuel cell) merupakan salah satu bentuk energi terbarukan yang mulai dikembangkan sebagai solusi menjawab tantangan energi masa depan. Di Shell Campus Week, pengunjung diajak untuk merakit miniatur mobil bertenaga air garam.


Editor: Toha