Daihatsu dan Komnas Perlindungan Anak Kampanyekan:STOP! Bullying Anak

GATRA - Sunday, 22 October 2017 15:57
Daihatsu menggandeng Komnas Perlindungan Anak menggelar kampanye STOP! Bullying Anak. (GATRA/Dok. ADM)

Jakarta, Gatracom - Daihatsu kembali membuktikan komitmen tanggung jawab sosial di bidang pendidikan anak usia sekolah dasar (SD) dengan menggelar acara Daihatsu Smart Car Campaign: STOP! Bullying Anak, yang berlangsung di SDN Pegangsaan Dua 05, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (19/10) lalu.



Kegiatan yang merupakan rangkaian roadshow ke-10 di seluruh SD di Jabodetabek ini dilaksanakan di sepanjang Oktober 2017 hingga Februari 2018. Dalam kegiatan ini, Daihatsu menggandeng Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara.

Dengan digelarnya kegiatan ini, Daihatsu berharap pesan yang terdapat pada acara tersebut dapat diejawantahkan kepada orang tua, guru, dan anak-anak di sekolah, seiring dengan sering terdengarnya kasus bullying di Indonesia.

Kegiatan berisikan seminar untuk orang tua tentang pola pengasuhan anak dan kelas interaktif anak, yang mengajarkan pentingnya bekerja sama dan diikuti 100 orang tua dan 350 anak.

Selain itu, terdapat pula kegiatan 'Daihatsu Smart Car' dengan menggelar lomba menggambar dan mewarnai bertema 'Aman berkendara di jalan raya' untuk para anak-anak.

Acara dibuka oleh Walikota Jakarta Utara, Husein Murad, bersama Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait. Turut hadir Sekjen Komnas Perlindungan Anak, Dhanang Sasongko, Ketua PMI Jakarta Utara H. Sabri Saiman serta perwakilan Manajemen Daihatsu, General Affairs Division Head, Haryanto NH.

“Untuk pertama kali Daihatsu mengadakan kegiatan ini. Kami ingin mengambil bagian untuk mengedukasi anak dan orang tua, bekerja sama dengan Komnas Perlindungan Anak dan PMI”, ujar Haryanto, dalam keterangan resminya, Jumat (20/10) lalu.

Arist sangat mengapresiasi program kampanye tersebut dan berharap program ini melibatkan seluruh komponen masyarakat, baik orang tua, guru dan masyarakat, sehingga ini bisa menjadi bagian dari Gerakan Perlindungan Anak Bersama.

Disisi lain, Husein menuturkan bahwa kegiatan ini seyogyanya dilakukan oleh semua pihak, baik swasta, sekolah maupun orang tua sendiri. Ia berharap orang tua harus lebih jeli lagi melihat fenomena bullying ini.

"Kita tidak boleh meremehkan perilaku anak-anak kita yang dapat mengarah ke tindakan bullying. Penggunaan media sosial sangat berpengaruh pada perilaku anak sekarang. Sebagai orang tua kita harus bijak dalam memberi pengarahan kepada anak-anak”, pungkas Husein.


Editor: Toha