Kinerja Ali Adriansyah di Paruh Musim

GATRA - Tuesday, 08 August 2017 23:56
Ali Adriansyah saat berlaga di Sirkuit Aragon, Spanyol. Kini, Adrian telah mengumpulkan 11 poin dari lima seri yang telah digulirkan, dan menempati posisi 18 dari 40 pembalap. (GATRAnews/Dok. ist)

Jakarta, GATRAnews - Performa pembalap Pertamina Almeria Racing Team, Ali Adriansyah, memang tidaklah mengecewakan hingga memasuki paruh musim ajang balap World Supersport 300 (WSSP 300) 2017. Secara total, Adrian telah mengumpulkan 11 poin dari lima seri yang telah bergulir.



Perjalanan Adrian di ajang ini terbilang kurang mulus di awal-awal seri, yang membuatnya terlambat untuk fokus penuh di kejuaraan tersebut. Hal ini diakui Adrian kalau masalah pada motor yang memakan banyak waktu untuk penyesuaian baginya.

Terjadi penggantian parts pada Yamaha YZF-R3 yang menjadi tunggangannya, disinyalir penyebab utama kurang gregetnya Adrian di dua seri awal. Secara otomatis kondisi ini memaksa Adrian harus banyak melakukan penyesuaian.

“Dua minggu sebelum balap pertama di Aragon kami mengganti satu part di motor yang ternyata mengubah riding style dan confidence terhadap ban depan,” kata Adrian saat temu media di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (8/8).

“Satu minggu sebelum balap, ada official test di Aragon dan hasil yang kita dapat tidak maksimal. Tim melakukan modifikasi pada part tersebut dan hampir tidak ada perubahan apapun,” tambah pria berusia 24 tahun pada tahun ini.

Akibatnya, pada balapan pembuka, Adrian gagal mendapatkan hasil memuaskan. Di Aragon, motor Adrian mengalami masalah. Ia harus dua kali masuk pit sebelum akhirnya berhenti di tengah lomba.

Begitu juga dengan seri kedua di Assen, Belanda, insiden dengan pembalap lain di lap terakhir yang membuat jatuh kembali membuatnya gagal finish. Beruntung ia tidak mengalami cidera dalam kecelakaan itu.

Seri berikutnya yang berlangsung di Sirkuit Imola, Italia, menjadi pembuktian awal seorang Ali Adrian. Setelah motornya menjalani penggantian parts yang bermasalah, kepercayaan diri Adrian meningkat. Poin pertama akhirnya diraih setelah finish di urutan ke 14 dari 37 pembalap yang berlaga.

Performa Adrian makin teruji pada putaran berikutnya di Sirkuit Donington, Inggris. Ia mampu menggapai garis finish di urutan ke 7 dengan poin 9. Hasil ini menjadi pencapaian tertinggi Adrian sepanjang paruh pertama musim balap, baik untuk sesi kualifikasi maupun saat balapan.

Selepas Donington, Adrian semakin berani meladeni pertarungan keras yang disajikan pembalap-pembalap Eropa. Meski start dari urutan ke 22 di Sirkuit Misano, Italia, ia mampu melesat ke posisi 7 pada 3 lap sebelum finish. Sayangnya, agresifnya Adrian membuat ban depan motornya kehilangan grip lebih cepat. 

Kondisi ban yang sudah tidak optimum mengigit lintasan membuat ia low slide alias terjatuh. Adrian mampu bangkit dan kembali ke lintasan, namun sepeda motornya sudah kehilangan taji untuk bertarung. Akhirnya, meski sempat masuk pit untuk memperbaiki kerusakan, Adrian harus rela menghentikan lomba.

Kini Adrian menempati posisi 18 klasemen sementara dari 42 pembalap. Kendati mengaku gembira dengan pencapaian Adrian sejauh ini, Manajer Pertamina Almeria Racing, David Garcia tidak mau terlalu cepat sesumbar. Menurut David ia berharap Adrian bisa berada di posisi 5 besar pada salah satu dari 4 balapan tersisa.

"Tentu saja kami berharap bisa masuk 5 besar di salah satu balapan, dan naik podium menjadi pencapaian maksimum bagi Adrian pada tahun pertamanya di kejuaraan ini," ujar David.

"Tapi, sekali lagi, (persaingan) kejuaraan ini sangat sangat ketat. Saya berharap di Jerez (balapan terakhir) kami mampu memberikan sesuatu yang istimewa," tutup David.


Editor: Toha