Cara DAM Edukasi #Car_Aman Berkendara di Musim Hujan

GATRA - Wednesday, 11 October 2017 22:24
Melalui kampanye #Cari_Aman, DAM memberikan edukasi seputar mengantisipasi dan persiapan pengendara sepeda motor dalam menghadapi kondisi hujan. Hindari genangan air saat berkendara. (GATRA/Antara/Fahrul Jayadiputra)

Bandung, gatra.com - Lingkungan, dalam hal ini adalah jalan raya menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan yang paling banyak terjadi. Mulai dari permukaan jalan yang berlubang, berlumpur, berpasir, berkabut, sampai soal cuaca yang saat ini memasuki musim penghujan.



Pada kondisi inilah, pengendara sepeda motor diperlukan beberapa penyesuaian. Baik dalam hal membaca situasi akan jalan yang bakal dilewati hingga persiapan riding gear yang sesuai seperti jas hujan. Untuk itulah, PT Daya Adicipta Motora (DAM) mensikapi hal tersebut dengan menggelar kampanye #Cari_Aman yang fokus mengenai cara berkendara di musim hujan.

General Manager Sales, Marketing dan Logistik PT Daya Adicipta Motora (DAM), Lerri Gunawan, mengatakan melalui kampanye ini pihaknya akan terus mengingatkan konsumen pentingnya keselamatan berkendara dan kenyamanan saat di perjalanan.

"Lewat kampanye ini juga kami mengingatkan untuk beretika dengan baik dan benar. Karena tanpa keselamatan, hal-hal berharga dalam hidup tak dapat kita temukan,” ujar Lerri dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/10).

Dalam kondisi hujan, perangkat wajib bagi pengendara sepeda motor adalah jas hujan, dan yang baik digunakan adalah model two piece atau baju dan celana. Sangat tidak disarankan untuk menggunakan jenis ponco.

Selain itu, menurut Asep Wawan, Instruktur Safety Riding DAM, hindari permukaan jalan yang berlubang dan genangan air yang cukup tinggi. Sebisa mungkin pelajari kondisi jalan yang akan dilewati. Bila tidak memungkinkan, lanjut Asep, cari alternatif jalan lain.
 

Gunakan jas hujan model baju dan celana. (GATRA/Dok. DAM)

“Selalu waspadai genangan air, karena kita tidak mengetahui adanya lubang atau batu di dalam genangan air tersebut, yang dapat membuat motor terpeleset dan jatuh saat melintasinya,” ujar Asep.

Jika jalan yang akan dilalui tergenang air, tambah Asep, ada baiknya untuk dihindari. Tindakan yang harus dilakukan yaitu berhenti terlebih dahulu untuk melihat dan mengukur perkiraan kedalaman air yang tergenang tersebut.

Bila ketinggian air tidak melebihi ujung lubang knalpot sepeda motor dan arusnya lambat berarti aman untuk dilalui. Kala melintas, pertahankan pada kecepatan rendah secara konstan. Khusus untuk motor tipe sport dan cub gunakan gigi rendah.

Usahakan jaga jarak aman dengan kendaraan lain agar sepeda motor tidak terhenti di tengah genangan air dan tidak menurunkan putaran gas selama melewatinya. Seimbangkan sepeda motor, kemungkinan laju akan terhambat bahkan akan sedikit terseret/goyah saat melewati genangan air.

“Tidak disarankan untuk memaksakan melewati genangan air yang lebih tinggi dari ujung lubang knalpot, dan jangan melewati genangan air dengan kecepatan tinggi. Lebih baik cari jalur atau jalan lain yang tidak tergenang air hujan,” pungkas Asep.


Editor: Toha